Jumat, 28 November 2014

Lembar Lain

Kita yang membaginya menjadi aku dan kamu. Tak bersama (lagi). Tak usah khawatir, awalnya memang sedikit susah dan aneh. Tapi cinta kita sungguh terlalu anomali. Cukup bukan cinta. Aku tak pernah membencimu meski hari ini aku pergi dari hidupmu. Tidak, tidakpun aku beri tempat dendam dihatiku untuk menghujatmu. Tidak. Aku tidak membenci siapapun, apalagi kamu. Aku hanya memberikan keleluasan hatiku untuk tak pernah lagi berpaut denganmu. Dengan rasa sakit yang terus menggantung jika melihatmu. Itu saja. Biarkan saja cinta yang aku dan kamu miliki bekerja pada lembar lain. Kita-sudah berbeda halaman. 

Urusanmu,
it is not my bussiness again :)
but, 
I wish the best for you :)

Rabu, 26 November 2014

ke(te)nangan

Ketika diantara kita harus menjadi  menghilang, maka ijinkan aku saja yang pergi. Kan ku buat jurang tak berjembatan, tak ingin ku gubris lagi. Aku tak ingin memelihara nestapa karenamu. Dustamu kurasa sudah diambang batas penerimaanku. Urusanmu sekarang, bukan urusanku lagi. Menjadi acuh adalah hal yang harus kupaksa lakukan. Daripada terus berusaha menahan sakit bertubi-tubi atas hadirmu di hidupku. Seperti pada awalnya, lebih baik tak pernah ada pertemuan dan percakapan apapun. Anggap saja kita tak pernah mengenal satu sama lain. Sibuk menjalani rutinitas terdahulu sebelum masing-masig kita berjumpa. Lebih baik tak pernah menjadi ingat, dan membunuh setiap detik tanpa hadirnya kita. Cukuplah, semua. Kita telah berhasil membuat ke(te)nangan.  :")

Senin, 20 Oktober 2014

Adilkah?

Aku mencoba belajar mencintai seseorang , dan itu kamu. Tapi mengapa kamu justru belajar memberikan rasanya : sakit.Adilkah? Cintaku dimatamu itu apa cuma sekedar ilusi? Bisa iya bisa tidak. Rasanya aku ingin masuk ke matamu, ingin melihat apakah aku ada didalamnya dan apakah yang kau lihat dari aku. Lalu kamu pergi, tolong bawa juga rongsokan kebohonganmu yang kau kumpulkan disini. Bahkan pemulungpun tak sudi untuk memungutnya. Jangan meninggalkan dusta, cintaku yang ku titipkan padamu juga sudah kembali padaku lagi. Dia merasa aman tinggal disini bersamaku dan akan berlabuh lagi pada hati yang membuanya nyaman. 

Kamis, 16 Oktober 2014

"Sudah Cukup"

Rasa-rasanya rasa itu tak akan pernah aku lupa.Kebohongan yang kau ramu. Tidak ada yang ingin aku ulangi. Aku berjanij, aku akan menaklukan diriku sendiri. Aku akan terus ingat rasa sakitnya, sebagai pedoman "Sudah cukup". :)

Selasa, 30 September 2014

Monolog

Beberapa orang dengan mudah merusak kepercayaan yang dia buat sendiri. 
Kecewa.
Iya.
Apa dia pernah berpikir bahwa dampak yang diberikan itu bisa sangat luar biasa?
Mengembalikan rasa percaya itu tidak gampang.
Bohong bukan jalan keluar ketika berada dipersimpangan. Kita memang tidak bisa memesan takdir seperti memesan kopi dikedai kesukaanmu. Tidak. Kadang cinta dan takdir tak selalu berjalan beriringan. Seperti yang terjadi pada kita. Aku sama sekali tidak mengajarimu untuk berdusta. Ingat cinta tidak selamanya mengajarkan  yang indah namun ada juga pembelajaran untuk kita jatuh-sakit dan menjadi dewasa itu penting. Aku bukan anak kecil lagi-dan kau pun sama. Kita beranjak semakin tinggi. Hidup ini terlalu singkat untuk ku habiskan dengan orang yang tak pernah mengerti . Tuhan mematahkan hatiku-untuk menghindari dari orang yang salah, semacam kamu. :)

30S-PKI1965

30 september pada beberapa tahun yang silam, Indonesia sedang musim gugur dan musim penghujan.Bukan daun yang gugur tapi korban - bukan air biasa yang jatuh, tapi darah :") Jangan ada lagi "mahabarata" yang terulang, peperangan yang paling menyakitkan justru terjadi pada mereka yg semestinya saling mencintai #‎30SPKI1965 hari ini tanggal yang sama di kalenderku semoga baik-baik saja..  #‎salamsejarah

Senin, 29 September 2014

Begini Rasanya?

Pernah, air mata ini sudah diujung. Dan pasti jatuh. Masa lalu yang mengusikku kembali. Bukankah sudah ku janjikan pada diriku sendiri untuk melupakannya? Nyatanya.. kenapa kamu selalu menghalangi perjalananku- ditengah jalan . Disaat aku sudah berhasil tak ingat setidaknya tak sengaja atau berpura-pura. Tapi. Begini rasanya dihadang masa lalu? Please, ijinkan aku untuk menghiraukanmu, jangan datang lagi ditengah jalanku. Aku tak ingin lelah menghapus air mataku sendiri-lebih baik aku menghapus yang menyakitnkan. seperti saat bersamamu. Sekian

Selasa, 02 September 2014

Ini : Ajaib !

Aku baru saja kehilangan - dan Tuhan tepat mengirimkanmu,
Mungkin kamu semacan aspirin untuk lukaku
Aku baru saja kehilangan - dan kamu tahu itu semuakan?
Semua sudah ku ceritakan, dan kisahku memang cukup menyesakkan 
Entah bagaimana cara Tuhan mempertemukan kita secara begitu : ajaib!


Selamat datang dalam kehidupanku,
Jangan pernah bosan mendengarkan keluh kesahku,
Maaf akan sering ku tinggalkan - dengan alasan 
bukan menyelingkuhimu- bukan!
tenang saja- percayakan hatimu :")

Begitu

Jika saat ini adalah waktu yang tepat, biarlah aku ikhlaskan

Seperti pada awalnya, aku tak mengenalmu-dan begitupun kamu

Jika memang ini sudah suratan Sang Kuasa, aku terima

Semoga tak pernah ada dendam terselip diantara kita

Semua akan kembali pada awalnya

Begitukan?

Kisah baru akan aku mulai- tanpamu

Senin, 01 September 2014

Bukan Sekedar Sandiwara

*blogberbunyi , kali ini si empunya blog akan mencoba ikut mendeklamasikan tulisannya. Maaf jika kurang menghayati, masih dalam proses percobaan*
video



Aku tidak pernah berencana untuk mendatangkanmu pada kehidupanku-
Tapi Takdir Tuhan ternyata "Iya"
Aku tidak pernah mendatangkan cinta yang kemudian bertuliskan namamu-
Tapi Takdir Tuhan ternyata "Iya"
Aku tidak pernah menyangka- ketika aku dan kamu melebur menjadi kita
Takdir? 

Kau pernah datang menjadi perwujudtan doaku pada Sang Pencipta.Kemudian membuatku tahu bahwa doa yang abstrak ternyata berwujud- Iya Kamu!Pernah kita menjadi sepasang-dan membuat cerita, yang sekarang menjadi hanya kenangan.Memang, aku harus menyadari. Tidak semua yang pernah aku miliki akan menjadi hakku. Kamu mimpi yang menjadi nyata kemudian kembali menjadi mimpi lagi. Tidak ada yang aku sesali-pernah mencintaimu. Tidak ada yang perasaan yang aku dustai-

Pada akhirnya,
akupun tidak pernah berencana untuk mengakhiri ini semua.
Tetapi apa yang lebih sakit dari luka tanpa air mata?
Entah berapa kali kau tikam hatiku-dan aku masih mempertahkanmu-
Kini,
Aku sampai pada "titik" , cinta ini tak perlu lagi untuk bertanda "koma"
Biarlah ku tutup , dan kusimpan menjadi kenangan di pojok hati yang tak akan kusentuh lagi
Terima kasih pernah mewarnai hari-hariku :")

Selasa, 19 Agustus 2014

Equivalen


Kita tidak hidup dalam kelas kasta,lalu kenapa masih meragu berbicara dengan siapa. Bukannya manusia dimata Tuhan sama-tapi taqwa yang membedakannya? Kamu tahu apa kesamaan mereka yang berteman dgn jalanan wangi matahari dengan parfurm freon orang berdasi? Mereka sama-sama punya hak berbicara bukan?

Apa kamu tahu,pengamen dibus antar kota itu bersaudara dgn dokter? Apa kamu percaya preman itu yang tatonya sangar,lembut juga jika menceritakan anak istrinya? Apa kamu peduli yg duduk disebelahmu dgn tampilan sederhana dan rambutpun tak karuan tadi adalah agen sebuah buku dikotamu?


Kamu akan mengerti jika perduli dan tidak melulu mempersoalkan "kamu siapa aku siapa" . Semua pernahku temui,sebagai tempat belajar hidup -nasib- dan artinya berjuang~ :')

Terimakasih-

Untuk Bapakku,


Tidak seorangpun bisa membatalkan siapa orangtua dari anak, dan sebaliknya. Tapi aku percaya , anak terwujud atas cinta sejati Ibu dan Bapak.

Untuk Bapak,
Lelaki yang pertama aku kenal dan mengajarkan cinta dalam kehidupanku didunia. Gen ini, yang menyatu ditubuhku telah menurunkan sebagian sifatmu. Begitupun kromosom X yang berpasangan kemudian berfenotip "Aku". Terima kasih pak bu-aku yang selalu bangga telah terlahir dari kebahagianmu, 

Untuk Bapak,
Lagi-lagi kau banggakan keluarga ini-mengajarkan aku-membuatku mengerti belajar tak kenal usia-berprestasi tak kenal kata henti. Sepanjang cerita perjalananmu sampai sekarang, membuat aku tahu. Kau adalah inspirasi- motivator-bahkan sekolah sepanjang hayatku yang terhebat. Bapak. Kebahagiaan Bapak dan Ibu, HARGA MATI!
Tunggu ya bapak ibu.. Akan ada waktu, aku yang akan memperlambat laju menelanmu. Membanggakanmu. Melihat bintang jatuh dimata kalian.

Untuk Bapak,
"Selamat atas keberhasilannya sebagai Juara 1 Kepala Sekolah SMK tk Nasional ({})"
Terimakasih aku yg slalu bangga :')


Kamis, 14 Agustus 2014

Lolos

Aku tidak tahu, bagaimana kamu selalu lolos untuk aku benci. Aku tahu- kamu mungkin tak baik untukku. Tapi nyatanya "keburukanmu bukan penghalangku untuk mencintaimu?" . Kenapa bisa begitu? . Aku tahu-aku hanya membiarkan hati ini untuk  bersiap kembali sakit. Aku terima - sudah biasa. Aku hanya ingin melihatmu lebih baik  bersamaku. Jika aku sudah tidak mampu lagi-aku akan diam dan tak kupedulikan. Ijinkan aku masih, masih bertahan untuk melihatmu lebih baik. Itu saja :")

Sesak

Kamu membuat sesak,
bertemu denganmu bagai oksigenku lenyap..
Silahkan pergi,
biarkan aku bernafas - bebas kembali..
Kamu..
hanya tamu..

Sabtu, 09 Agustus 2014

Duka

Suatu hari, kau selamat menepi dari air mataku. 
Karena aku biarkanmu selamat "sekali".
Namun, dihari ini di mana air mataku kau jatuhkan lagi- tak akan aku biarkan kau hidup walau sekali lagi. Silahkan tenggelam dalam air mataku yang bening. Dimana kau akan abadi bersama luka yang kau buat lagi. Aku sudah mempersiapkan gaun hitam jauh-jauh hari. Sudah siap ku kenakan kini. Diatas pusaramu, diatas batu nisanmu- perasaan. Selamat tinggal duka!

Benci

Aku benci , ketika aku tahu semua keburukanmu !

Sabtu, 02 Agustus 2014

Adik :)

Teruntuk adik ,


Selamat berjuang menggapai masa depanmu dik- raga tak boleh berjumpa tapi kekuatan dalam kata yang diakhiri "amin" akan selalu mampu. Tugas kita sama dik, membahagiakan kedua orang tua. Kakak mana yg tak berhenti membanggakanmu. 
Ya Aku:')

Selamat meraih impianmu dik- ini baru permulaan. Buatlah aku menangis lagi , kami menangis lagi. Menangis bangga akanmu. Duh, adik.. sepertinya aku harus lebih banyak belajar darimu. Semoga kita bisa membahagiakan kedua orang tua ya dik.
Semangat
Tetap semangat ya dik :")

Jumat, 01 Agustus 2014

Dialog "Sibuk"

"Kamu sibuk"

"Sibuk?"

"Iyaa.. terlalu sibuk untukku"

"lalu?"

"Iya..sibuk pokoknya"

" memang aku sibuk- sibuk sekali bahkan. Selain aku harus bertanggung jawab atas kepercayaan kedua orang tuaku. aku pun sibuk mencintaimu. Aku benar-benar bertambah sibuk dengan adanya kamu sekarang :") "

-kemudian hening-

Senin, 21 Juli 2014

Dalam kutipan

"jadilah penulis!"

"kenapa?"

"disitu kamu akan merasakan apa itu kemerdekaan!"

"kemerdekaan?"

"Iya,bahkan kau dapat memerdekakan perasaan apa saja! saat mereka hanya melihat hujan dan mengeluh. kau katakan saja itu selingkuhanku dalam berdiksi. Sesederhana itu demokrasi."

Aku lilinmu-

Jangan pernah berharap padaku,karena berharap padaku sama halnya kau meniti seutas tali.Berharaplah pada penciptaKU.karena berharap padaNya tak akan pernah kau jadi menyesal.Aku hanya manusia dengan keterbatasan dengan ketidakmampuan.

Maaf , aku hanya menjadi penyebab masalah.. dan kau akan bertambah menjadi lebih masalah , jika terus bergantung padaku. Maaf untuk ketidaksempurnaaan. Aku hanya lilin yang terbakar dalam gelapmu. Aku rela hilang untuk menjaga terangmu- yang dengan lambat meleleh untukmu dan hilang .


 


Ujian

Lagi-lagi Tuhan mengujiku lagi-
Ujian yang lebih sulit, dan aku yakin Tuhan tahu kapasitasku-
Tak ada ujian yang berat,
karena kemampuanku pasti lebih hebat-
Ujian selalu tentang apa yang aku inginkan,

Kamis, 17 Juli 2014

siapa?

"Siapa yang datang terlambat?"
"Siapa yang menjadi jahat?"
"Siapa yang salah?"
"Siapa yang harus marah?"
"Siapa yang membuat semua ini jadi kacau?"
"Siapa yang tiba-tiba galau?"
Pertanyaan ini yang memenuhi otakku sekarang~

Minggu, 13 Juli 2014

Air Mata Bahagiamu :")

Aku memang tidak mengenal siapa namamu dek-tapi aku yakin kamu adalah seseorang yg gigih dalam mencapai cita-citamu. 
Hey, siapakah lelaki yg kau beri hormat dihadapanmu dek? 
Entah.yg aku lihat kerutan diwajahnya menunjukan usia yg tak muda lg :') beliau membalas hormatmu walau tak sesempurnamu.
Apa?
Dia Bapakmu ya dek?
Tangismu-tangisnya beradupadu- pecah tak kalah hebat. Melebur jadi satu. 
Ya Allah, fenomena apa ini? Sungguh seperti ada yg mem-pause kan aku saat didepan kalian. Aku bukan menangis dek, cuman tidak tahu lagi harus dimana lg aku menyimpan kebahagiaan yg tiba-tiba sampai pada mataku. :') perjuangan memang tak kenal kemarau .
Dek,
katanya kamu penerima beasiswa itu?
Subhannallah :")
Terima kasih untuk pemandangan yang luar biasa indah.


Jumat, 11 Juli 2014

Kuncup Mekar

"Akhirnya, bagai kuncup yang mekar.
Jaga ia, kekasih :")
Jangan biarkan ada gulma yang merusaknya.
terima kasih untuk benih yang akhirnya tumbuh juga di hatiku"

Kamis, 10 Juli 2014

Bye!

Ketika kita sudah memiliki cerita masing-masing, tolong hargai dan jangan usik lagi.
Bukan kah kita sama-sama bahagia?
Setidaknya itu anggapanku :")
 
Sudah ya.. aku sibuk membuat cerita ini lebih indah. . bye!

Senin, 07 Juli 2014

Masa Depan Ada di Tanganmu

Perbedaan itu ada . Jelas . Dan itulah bisa jadi mengapa pendahulu kita merumuskan  sila ke-3 . Persatuan Indonesia .cinta untuk damai. Rindu untuk bersatu~ 

Kita sebangsa, setanah air- lahir dalam satu rahim ibu pertiwi. Namun bukan berarti kita tercipta dalam keseragaman, justru sebalinya . Kita ada dalam keberagaman- dan itulah yang membuatnya indah bukan? Bagaimana jika pelangi hanya satu warna?

Saat ini , perjuangan yang kita lakukan berbeda. Bukan dengan bambu runcing- bukan dengan taktik gerilya. Mengorbankan jiwa raga- menumpahkan darah demi tanah airpun. Tidak . 


Dulu pejuang rela berlumuran darah demi menegakkan 

derajat bangsa~ Sekarang? Apa kamu tidak malu hanya 

mencelup kelingking ke dalam tinta biru? 


Inilah salah satu bukti janji suci untuk mengabdi dan 

membangun negeri ~Inilah waktu yang tepat untuk memilih

para Bima terbaik.. Semoga Allah menjauhkan negeri ini 

dari para Sengkuni.. 

Amin :')


Lewat satu hak yang kita miliki.Kau tahu.Masa depan negeri ini ada di tanganmu,tangan kita masing-masing. Mau dibawa kemana nasib negeri ini 5 tahun mendatang? Karena menjadi putih bukan jalan pintas. Mau tidak mau, pemimpin akan terpilih dari yang kau dukung atau yang tak kau dukung. Nantinya kau pun akan mengikuti pemimpinmu bukan? 


Jangan hanya ingin naik perahu untuk berlabuh di pulau seberang, tapi kau tak mau membeli tiketnya-ibarat



Untuk Pagiku

Suara kokok ayam berlatar semburat cahaya keemasaan pada ufuk timur ini nyata. bukan gundah gulana sang Roro Jonggrang. Nyanyian jiwa yg slalu merindukan harapan pada paginya :")
Aku mencintai pagi, dimana mimpi-mimpi bebas ku terbangkan tinggi bersama asa yang tak boleh sirna.
Aku merindukan pagi, dimana langkah-langkah dimulai dari sini
Bersaing bersama sang sinar- menjemput matahari yang tak pernah absensi
Pagi adalah harapan yang tak akan mati
Jika kau pencinta sama dengan ku?
Memuja pagi kita masing-masing..
Jemputlah ia,

"Beban"

Jika sudah jadi beban-
maka segeralah selesaikan 

Jika sudah jadi beban,
maka segeralah lepaskan

Jika sudah jadi beban,
maka segeralah hapuskan

Jika sudah jadi beban,
maka segeralah hilangkan

Agar kau tahu ,
 bagaimana rasanya bebas tanpa beban :")

Sabtu, 05 Juli 2014

Cicak dihatimu :")

.. karena cinta ini seperti cicak- dalam diam diam merayap..kita bisa apa untuk menghentikan lajunya? jika kamu pun tak pernah aku tahu berapa kecepatan saat mendekat yang tiba-tiba menjadi sudah dekat.. kau didepanku tepat  .. :")

Pintu-

Ketika seseorang datang menemui dan menawarkan hatinya padamu di depan pintu hatimu, apakah kau akan membiarkannya tetap berada disitu? Jangan sia-siakan yang sudah memberanikan datang, karena dia telah melampaui batas-batas ketakutannya untuk berani sakit dan merelakan untuk kamu ketahui perasaannya tanpa harus sembunyi. Karena perasaan yang ia miliki bukan sekedar permainan petak umpet yang dia ingin sembunyikan dan kau sebagai penjaga  diharap bisa "mencarinya sendiri" kemudian jika menemukan perasaannya kamu baru berteriak "Ketemu" - lalu dia milikmu. Tidak. Bahkan dia meski tanpa bunga tanpa kado berpita , apa kamu akan yakin bisa menerimanya dengan dia seperti itu? Pikirkan - jangan terlalu lama membuatnya menunggu dipintumu. :)

Titik Awal

" Ada titik dimana kita akan kembali pada awal untuk mengakhiri yang sudah lampau. Ya . Harus disadari bahwa hidup bukan sekedar untuk menunggu yang telah lama pergi. Memang agak sulit tapi inilah Awal. Awal untuk membuka lembaran perasaan lagi. Merayakan perasaan-perasaan menyenangkan dan membagi perasaan menyedihkan kepada seseorang yang ikhlas menerima dan memberinya. Dan aku sekarang benar-benar berada di sebuah titik ini. Titik dimana aku harus meng-Awali perjalanan panjang perasaanku, menerbangkan bebas inspirasiku bersama orang-orang yang tak pernah pamrih dan tak rela meninggalkanku dalam kondisi bagaimana pun. "

Jumat, 04 Juli 2014

Peduli (?)

"... Sudah sudah sudahlah... pergi pergilah.. :) "

Entah apa yang terjadi pada perasaanku, seperti tepat di nol derajat . Tepat membeku padamu. Tak ada tangis lagi ketika aku benar-benar yakin ini bukan salahku tapi memang inginmu . Aku sadar-dan harus benar benar sadar " .. tidak mungkin terus memperjuangkan hal yang tak pantas tuk dipertahankan lagi.. " . Sudah jelaslah yang ada dan terlalu menyakitkan untuk dikejar. Memang lebih baik mungkin tak akan pernah ada pertemuan lagi. Biar aku memendam- menguburnya dalam. 

"..Kalau tahu begini akupun tak peduli.."
Silakan lakukan apa yang benar ingin kau lakukan. Tidak perlu disembunyikan lagi dan aku benar-benar tak ingin peduli. Sibuklah dengan cerita yang kau buat sendiri-dan aku tak peduli benar tak akan pernah ingin tahu lagi. Karena Tuhan terlalu indah menyediakan cerita selanjutnya- tanpa kamu dan aku harus mempersilakan yang datang. Aku memaafkanmu-sedari awal. Terima kasih sudah cukup sampai disini. agak berat ketika harus mengatakan :


"..Get out.."


Kamis, 03 Juli 2014

untuk yang menjadi dekat

Untuk yang menjadi dekat-
Aku membuka hatiku, 
jika ingin masuk, ketuklah pintu dulu.
Jika sudah kupersilahkan masuk,
tolong jangan pernah berantakkan ruang hati ini
Aku "baru" saja selesai membenahinya
dan memberanikan diri tuk hadirkan "kamu" yang baru
menemani perjalanan perasaanku 
menjadikanmu harapan kebahagiaan
menuntun jalan menuju cita cinta pada akhirnya

Bukan Kesalahan


Tidak ada yang salah dari perasaan yang ada saat ini. 
Yang salah adalah ketika rasa itu muncul disaat aku masih terikat  Tapi?
Ketika ada yang berhasil meluluhkan aku disaat aku menjadi sendiri-bebas
Aku memang sempat membatu-tapi dia jadi air yang mengalir padaku
mengikisku perlahan
meluluhkanku
lalu apa akau harus menjauhkan?
Padahal aku sendiri-yang mendekatpun sama.
Biar pada Tuhan kita adukan tuk putuskan
jika harus melebur jadi satu
aku hanya tak bisa mencegah untuk tak hadir kembali
bukan tentang siapa yang cepat tapi siapa yang paling tepat menjatuhkan hatinya kepada gravitasi hati lain.

Pesan Singkat untuk Presiden dan Wapres :")

Kepada :
(Calon) Presiden dan (Calon) Wakil Presiden yang slalu ku tunggu keberadaannya :")


Yacdas :
  *Yang aku cintai dan aku sayang*
Presiden dan Wakil Presiden Indonesia selanjutnya
di
Hati ibu pertiwi dan semua didalamnya



Perkenalkan,aku hanyalah satu dari dua ratus lima puluh juta . Bukan siapa-siapa. Hanya seorang rakyat biasa yang dengan sengaja merangkai kata-kata yang indah untukmu setelah semua surat yang tertujukan padamu seperti  berkutub negatif :") . Menuangkan isi hati yang tergelitik dalam sebuah surat cinta singkat spesial padamu. Sungguh aku sedang bingung , bagaimana aku harus memulai surat ini kepadamu. Entah kata apa yang pantas untuk mengawali pesan ini.

Sungguh bersyukur , darahku tertumpah disini. Di Negeri yang begitu kaya raya - gemah ripah loh jinawi. Bahkan katanya lirik lagupun "tongkat dan jala cukup mengidupimu". Begitukan pak? Kita sama-sama terlahir dalam rahim ibu pertiwi dan dengan segala keindahan dan kekayaannya.
Tolong pak, jangan pernah mengkhianati ibu pertiwi dan membuatnya tersiksa. Berjanjilah bahagiakanlah kami nanti  :)

Buaian janji dan mimpi yang diutarakan, wujudkanlah jangan hanya menjadi kata yang hanya didengar. Jaga dan lindungilah apa yang ibu pertiwi miliki, jangan memancing keributan saat semua sudah menjadi seperti barang rebutan. Ribuan pulau yang membentang dari sabang sampai merauke - buatlah kami utuh seperti ini selamanya. Jangan sampai ada yang hilang-kami satu dalam naungan garuda pancasila. Kekayaan alam yang harusnya kita nikmati, sudahkah terasakan adil? Tolong pak- Janganlah sampai ada yang salah memasukan pundi-pundi negeri ini di kantong tak jelas lagi. Jangan ada budaya negeri ini yang dicuri lagi, Kita kuat karena bersatu-jangan saling jatuhkan tapi topanglah agar menjadi lebih kuat dan menguatkan. 

Siapapun yang terpilih untuk mengarahkan bangsa ini kelak, aku hormati dan akan aku cintai. Karena pilihan terbaik hanya tunggal dan tak akan pernah menyisakan pilihan lain. Aku yakin , kaulah orang yang tepat untuk negeri ini yang dikirim Tuhan lewat satu hak yang aku dan rakyat ini punya. Semoga bangsa ini rakyatnya dituntun selalu oleh Tuhan.
Vox populi, Vox dei


salam garuda pancasila, :")

Semangat Presiden dan Wakil Presidenku,
kami selalu ada untuk Pancasila :")

Sabtu, 17 Mei 2014

(Sok) Kuat

Kenapa harus (Sok) kuat?
Dipendam?lalu- biar orang tak tahu?
Boleh..bolehlah disimpan dalam hati sendiri..

Kadang yang buat kita kecewa kemudian sakit-
bukan kebohongan atau cara dia yang menyakiti kita..
Tetapi , kenapa kita bisa mengkhianati perasaan diri dengan terus mempercayainya?

mari menjadi (sok) kuat !

Jumat, 18 April 2014

Negeri ini-



Negeri ini negeri yang selalu bahagia
Masih bisa tertawa padahal kekayaannya entah dibawa kemana..
Negeri ini negeri yang terlalu ikhlas
Masih bisa legowo padahal jutaan atau bahkan triliyunan uang masuk dalam kantong-kantong tak jelas..



Jumat, 11 April 2014

Ikhlas *lagi*

Hakekatnya ikhlas adalah yang tak pernah kau katakan. :)
Seperti saat membiarkannya pergi dengan senyum yang masih kau pasang- adalah kau melepaskan.
Sesungguhnya sesuatu yang kau ikhlaskan untuk pergi adalah hal yang terbaik untuk masing-masing pihak yang ditinggalkan dan yang mengikhlaskan :")
Selamat jalan kasih,
seperti bait di sebuah lagu
"Kejarlah semua keinginanmu"
Semoga kau lebih bahagia
dan aku akan melebihi bahagia :)

Selasa, 08 April 2014

Move On..

Bukan tidak bisa "Move On" - hanya aku memberikan waktu yang lebih untuk bisa memahamimu kembali. Tentu. Memahami aku juga. Bukan berharap untuk kamu kembali lagi- aku hanya ingin mengintrospeksi. Salahku ada dimana padamu sehingga mudah sekali kau memutuskan ikatan ini? Kenapa simpulanku selalu berakhir seperti  Kamulah yang mencari kesalahanku-tanpa kau sadari apa yang kau lakukan . Sama halnya, kamu membelikan aku kaca- tapi kamu tak ingin mencoba mengaca pada dirimu. Apa kamu lebih baik dariku?? dan ketika aku merasa kamu begitu- keputusanku untuk Move On makin bulat.
Aku tidak lelah- tapi aku kecewa ats tingkahmu.

Minggu, 06 April 2014

Bangkit--

Bangkit itu seperti apa?
Bangkit adalah ketika kamu bisa kembali tersenyum setelah tersakiti.
Anggaplah semua yang menyakiti perasaanmu itu adalah jejak yang kau buat di pesisir pantai, biar ombak yang menghapusnya.
seperti sakitmu- hanya sang waktulah yang akan mengembalikan rasa itu- menyembuhkan.
Bangkit lah :")
kamu terlalu indah - untuk bersedih 

Sabtu, 05 April 2014

Bukan hanya soal perasaan

Jangan habiskan waktumu untuk sesuatu yang hanya memberatkanmu, mengurusi perasaan misal. Loh kok ga boleh mikirin perasaan? - Ya kalau kamu cuman mikir perasaanmu aja, kapan bisa move on? Boleh kok urusi perasan tapi imbangkanlah dengan logika mu. Jangan terlalu lama merenungi perasaan, biar saja mengalir seperti air.

Jumat, 04 April 2014

Tidak Boleh

Tidak ada yang boleh merampas kebahagiaanmu, apalagi sudut lengkung bibir manismu..Tidak boleh.
Jika ada yang mencoba ambil dengan paksa dan dengan tidak baik. katakanlah! 
katakan senyum ini bukan kepunyaanku- tapi milik semua orang yang ada disekitarku.
Jika ada yang mencoba ambil dengan diam-diam . Hentikan!
Tidak boleh ada yang diam-diam mengambil kebahagianmu- kecuali jika dia memintanya benar-benar.
Semua orang memang behak berbahagia-
tapi jika kebahagian itu dia ambil tak seijin yang punya-
namanya Iri, menjatuhkan!

Kamis, 03 April 2014

Sesal-

Bukannya aku menyesal . Dan aku tak akan pernah menyesal. Bertemu denganmu, misal. Apa yang perlu disesalkan? Jika kamu pernah ada dan membuat indah perasaanku. Meski diujung cerita kita tak pernah berencana akan seperti ini jadinya. Aku tak menyesal, tak akan menyesal pernah menuntunmu masuk dalam kehidupan. Tidak akan pernah ada sesal. Membawamu dalam hidupku nyatanya memberikan aku kekuatan. Kekuatan dari cinta yang kamu pernah berikan. Terima kasih- mana mungkin aku berikan sesal kepadamu. Kepada seseorang yang pernah memberikan cintanya dengan tulus- tanpa tututan dan paksaan. Maaf, jika kisah indah ini tak seperti yang kita harapkan. Toh, harapan kadang memang tidak seperti yang kita harap. semoga kamu tak pernah merasa menyesal pernah mencintaiku- pernah memberikan ruang dihatimu- pernah ada untukku. Tidak akan aku pernah menyesali doa yang terkabulkan oleh Tuhan. Terima kasih- untuk waktumu.. untuk semua yang pernah kau berikan. Untuk cinta yang pernah kau alamatkan padaku. Untuk semua mimpi yang terwujudkan denganmu. Aku tak akan menyesal- pernah menempatkan hatimu di tempat terbaik dihatiku. tak akan menyesal pernah menulis Namamu di dinding hatiku. Tidak akan menyesal- kisah ini sungguh bukan tentang penyesalan. Hanya kebahagiaan yang harus diterbarukan. Mungkin memang ini waktu yang tepat untuk kita- mencari kebahagian lain yang sudah direncanakan Tuhan. lalu, tidak perlulah menyesal. Tidak akan menyesal. janji! kamu bukanlah soal sesal.

Rabu, 02 April 2014

Sebuah Pesan

Aku mulai terbiasa dengan kamu yang tiba-tiba tak berkabar dan hilang-
lebih tepatnya "memaksa" membiasakan..
Kamu tahu?
Ketika ada sebuah pesan atas namamu sekarang..
Itu bagai tetesan air awal penghujan yang jatuh di taman hatiku yang gersang..
Kamu tahu?
Pesanmu kini menjadi sungguh terlalu spesial..

menjawab pesanmu pun,
berkali-kali aku revisi..
perasaan yang bercampur tak karuan..
meski sebuah pesan..
"Hay"
tanpa tanda baca

Minggu, 30 Maret 2014

kangen-

Malam ini, aku terdiam dalam kamarku. Sendiri. Tanpa kabarmu . Aku yang terbiasa membaca pesan singkatmu - kini tak lagi bisa. Menemukan namamu dalam layarku pun tak ada. Dimanakah kau kini? Secepat itukah kau hilang dalam hidupku? Kadang aku merindu nama- ucapan selamat- apapun atas namamu. Boleh? Rasa itu tidak mudah memudar untuk seseorang yang telah menguatkan aku lewat cintanya. Sekarang untuk bicara "Kangen kamu" saja pun aku butuh berkali-kali berpikir-
ketakutan yang datangku terlalu banyak-
takut kamu hiraukan aku :")
biarlah kangen itu simpan dihatiku sajalah 

Cetakan Pertama

Nanti ketika kumpulan perasaanku menjadi cetakan lembaran, aku tak peduli tentang siapa yang akan membacanya nanti- tentang siapa yang akan membelinya nanti. Aku tidak ingin khawatir atas itu
Aku hanya ingin tulisan ini tak akan pernah mati dan dapat dikenang jika aku mati

Tunggulah,
sampai aku memberitahu
ini "Cetakan Pertama" ku :)

Senin, 24 Maret 2014

Dengarkan aku dulu :)

"... mungkinkah kembali segala rasa yang telah hilang..akankah kau bahagia bila cinta tak ada untukmu lagi.."

masih ada perasaan yang mengganjal di hatiku, ada penjelasan yang belum sempat aku nyatakan kepadamu. Tapi kau seperti berlari sekarang. Kau berlari aku berlari, dan mungkin tak pernah akan terkejar. Maukah kau berhenti sejenak, dengar penjelasanku terlebih dahulu kemudian melanjutkan per-lari-anmu? Aku cuman ingin didengar , dan ketika kamu sudah mendengarkannya. Kau boleh berlari menjauhiku sejauh-jauhnyaa... dan tak akan pernah aku menghalangimu untuk menyuruhmu berhenti lagi..

Sabtu, 22 Maret 2014

Kembalilah ke rumah-

Aku mohon kepadamu, kembalilah kepadaku. Karena takkan pernah ada, yang mampu menggantikanmu.Sekali lagi..aku mohon kepadamu..

Beginilah aku yang selalu keras kepala dalam mempertahankan sebuah hubungan yang menurutku memang layak untuk dipertahankan. Aku belum jera untuk memintamu untuk tetap disini. Kembalilah segera dari perjalananmu sebelum semuanya benar-benar jauh. Aku yakin, akulah nanti tempat pelabuhan cintamu. Akulah pesisir yang sejauh apapun kau pergi dalam perjalanan panjangmu. Kau berlabuh padaku juaa, seperti biasa aku selalu berpendapat cinta itu seperti rumah sendiri. Sejauh apa kau tinggalkan, sejauh apa kaulupakan..disitulah nanti kau akan kembali. Tinggal dan mengenang :) Kembalilah ke rumahmu lagi, sayang..

Tanya soal cinta



Dilihat dari katanya JATUH CINTA , ada kata jatuh. Jatuh? Bukannya jatuh itu sakit :") Tapi kenapa orang yang mengalaminya selalu bahagia. Tunggu dulu, jangan berkesimpulan untuk kemudian mudah jatuh cinta untuk bahagia. Perlu kamu tahu, banyak yang harus kau siapkan sebelum kau benar-benar memutuskan untuk jatuh cinta. Apa kamu berani menanggung semua resiko atas kejadian jatuh cinta? Hidup itu kadang adalah tentang ketidak pastian dan yang pasti adalah resiko. Jawablah cukup dihatimu saja beberapa pertanyaan ini :

1. Sudahkah kau cukup berani memberikan sepotong hatimu untuk orang yang kau cinta?
2. Yakinkah kau jika dia mencintaimu sebesar cintamu?
3. Apa dia yang kau cinta dapat menjaga hatimu seperti kau menjaga hatinya?
4. Percayakah kau . dia tidak akan menyakitimu ?

Karena jatuh cinta itu soal kesiapan keberanian dan ketegaran untuk berani sakit.
"Bukannya aku takut akan kehilangan dirimu, tapi aku takut kehilangan cintamu  "

Kamis, 20 Maret 2014

Sepotong hati yang kau bawa

Malam selalu saja mengundangku untuk menyambutmu datang dalam kata-kataku. Mereka seolah mengiring auramu dikamarku. Di dadaku sesakkan rindu, yang kini aku bingung haruskah aku alamatkan padamu? Yaa, rindu ini masih milikmu kasih. Kejadian ini seperti terapi kejut untuk ku. Terlalu mengejutkan. Sayang, masihkah aku pantas memanggilmu dengan kata itu? Entah kenapa aku selalu merasa mendapatkan cerita cinta yang selalu berakhir naas. Apa ini cara Tuhan menguatkan aku? Biarlah waktu yang benar-benar akan mengujinya sebelum tepat datang padaku lagi. silakan kau berkelana wahai Arjunaku, pergilah ke segala penjuru negeri ini. Nanti jika Tuhan mempertemukan hati kita lagi, mungkin kita berjodoh. Dan jika tidak, memang jodoh tidak harus selalu datang lebih cepat :) Kamu masih membawa separuh hatiku, dan jikalau kau mengembalikannya padaku.. hatiku tak seutuh dulu.. :)

Sanggup

aku tidak terbiasa membenci orang yang pernah aku cintai, begitulah Tuhan begitu hebatnya menciptakan hatiku. Ketika aku harus menangis sendiri disini tanpamu lagi. Aku sanggup.Akhirnya ketakutan yang aku khawatirkan padamu terjadilah. Sebenarnya tak pernah ada niatku untuk pergi dari kehidupanmu, apalagi melupakan rasa cinta yang kau berikan padaku. Hanya saja, ketika kau mengatakan tak ada lagi ada rasa itu lagi dihatimu. Aku benar-benar tak sanggup untuk melanjutkannya lagi. Kalaulah memang harus begini jalan cerita untuk hubungan ini, aku rasa hanya keikhlasan yang harus aku lakukan. 

Karena aku sanggup , walau ku takmau. Berdiri sendiri tanpamu. Aku mau kau tak usah ragu. Tak perlu kau buat aku mengerti. Tersenyumlah karena ku sanggup :)

Rabu, 19 Maret 2014

Penjara Dukaku

Dulu, kau adalah penyebab tawaku. Namun kini kau terdakwa-karena menjadi penyebab tangisku. Semua berubah seiring waktu. Dulu kamulah sebab aku bahagia-dulu. Sekarang? Kau bagai debu yang sering menusuk mataku. Sungguh sayang sekali-sangat disayangkan untukku..kenapa mesti kamu yang menjadi terdakwa yang kini akan menjadi tersangka. Karena benar-benar benar semua yang terjadi. Sudah cukup kecewa karena kau berubah. Cukup. Maaf jika kau harusku penjarakan dalam dukaku. Disitu kamu pantas berada. 

Teori "Tinggal"

Ditinggalkan  dan meninggalkan. Ditinggalkan jauh menyakitkan daripada yang meninggalkan. Meninggalkan itu mudah-dan bahkan jarang yang merasa sakit

bersabarlah dengan sabar


Tuhan memberimu alasan yang jelas untuk meninggalkannya. Jadi, masih terus dilanjutkan? Bukankah Tuhan sudah meperlihatkan dan membuktikannya dengan sebaik-baiknya. Jadi, masih terus dilanjutkan?
Kau harus mengerti, ini adalah cara tuhan untuk mengatakan padamu secara tak langsung :

“Sudahlah.. Ada yang baru dan lebih baik untukmu. Tunggulah.. Aku sedang sibuk menuliskan cerita indahmu lagi. Bersabarlah.. ”

Dear, you..

"...pernahkah kau bicara, tapi tak didengar.. Tak dianggap sama sekali...pernahkah kau tak salah..tapi disalahkan.. tak diberi kesempatan.."
Jujur, ada perasaan yang masih menggantung dalam hatiku. Bukan karena aku tak rela untuk ditinggal kamu pergi, aku belajar untuk merelakanmu pergi dalam hidupku untuk kesekian kali ini. Tapi ada perasaan yang masih kau tinggalkan disini, kecewaku atas sikapmu . Aku masih menunggu kamu untuk bertemu dengan ku, walau hanya untuk beberapa waktu saja. aku hanya ingin kamu mendengar penjelasku dulu, dan aku ingin melakukan apa yang kau lakukan terhadapku. Bukan saling menjatuhkan, tapi inilah sebuah hubungan. Kita harus saling terbuka bukan? Jangan pernah menge-cap-ku seperti yang kau pikirkan sekarang. Apa kau tak menyadarinya? aku curiga kamu bertingkah melebihi aku :") Kita saling mencintai bukan saling memnyakiti bukan? Semoga jika Allah memberikan kesempatan untuk kita , untuk kita bertemu saja cukup.. untuk menjelaskan penjelasanku yang belum sempat kau dengar. Kau tahu? Kepergianmu secara mendadak seperti ini aku rasa tak akan pernah adil untukku. Kenapa? karena ku kira hubungan yang sudah berlangsung selama setahun ini sedang diuji Tuhan. dan kau? begitu mudahnyakah menghilang rasa itu padaku? melupakanku? meninggalkanku? apa kamu benar-benar menyerah dalam hubungan ini? Sungguh, mungkin aku yang terlalu berharap kepadamu. Tak seharusnya aku berharap padamu, aku hanya ingin berharap pada penciptamu . :) Semoga kelak ada waktu yang Tuhan sediakan untuk kita bicara tentang kita , mungkin yang terakhir... :")

Selamat untukmu :)

Selamat kau telah kehilangan orang yang mencintaimu dengan tulus. Kau yang perlu di kasiani karena telah menelantarkan seribu satu rasa yang terus tumbuh didalam hatinya.
Kau tahu?
Dan kurasa kau tak akan tahu

Kau akan tahu arti hakiki dari mencintai dengan tulus, ketika kau benar-benar kehilangannya.
Benar - benar

Dialog Ego dan Hati

“Hey, kenapa kamu masih bertahan dalam kondisi ini? Tidakkah kau menyadarinya sampai sekarang? Tidaklah kau tahu apa yang kau sebenarnya telah ketahui?”

-         Iya , aku masih bertahan sejauh ini. Dan aku masih ingin bertahan entah sampai kapan. Aku tahu dan aku ingin seolah-olah tak pernah tahu. Aku cukup tahu dengan hal-hal yang ingin aku ketahui saja tidak ingin seolah-olah tahu semua padahal sebenarnya aku telah tahu semua secara detail.

“Pernyataanmu memang selalu membingungkan dan rancu ya. Tidakkah kau sadar? Hatimu sendiri kau biarkan terkikis perlahan dalam kesakitan yang kau lakukan? Tidaklah kau menyayangiku?”

-         Iya, aku tahu aku selalu membingungkan. Aku tidak punya pedoman . tidak ada pegangan atas apa yang aku lakukan sejauh ini. Aku bagai kapal diatas badai. Tidak berarah dan siap akan tenggelam dalam lautan kesedihan. Tapi aku kuat-aku kapal dan aku nahkoda yang berjuang dalam kondisi ini. Begitukah? Sakit, iya aku tahu akupun sakit melalukannya tapi aku ingin berpura-pura tidak sakit. Aku kuat dalam kelemahan hatiku. Aku tegar dalam tangis yang melebur sau dalam kekecewaan. Tapi.. apa aku salah jika terus bertahan seperti ini..aku pun tidak cukup mengerti.. aku tidak dapat berpikir jernih-yang aku tahu aku masih nyaman dalam kondisi kepura-puraan ini.

“Coba kamu pikirkan lagi, tidak semua bisa bertahan diatas kepura-puran dan bahkan hampir tak ada yang bisa. Jujurlah-dengarkan aku, hatimu yang paling dalam. Aku tahu kau memang cukup tegar sampai saat ini. Kau selalu berhasil mendapatkan alasan-alasan untuk terus bertahan. Tapi sejauh apakah kau lakukan hal ini? Tidakkah kau menyayangiku. Tidakkah kau menyayangi hati ini. Aku sudah mencoba bertahan, tapi apa kan terus bertahan terus ? Tidakkah kau dengarkan aku sekali ini saja. Ini memang tidak mudah. Bahkan memang tidak akan pernah mudah. Tapi, aku yakin, aku-hatimu sudah Tuhan siapkan untuk menerima kenyatan ini. Jadilah bijak untuk hati ini.”

-         Maaf, aku adalah ego yang selalu berpura-pura tidak tahu dan penuh kemuafikan. Aku lemah dalam kondisi ini. Sungguh lemah-kau berhasil melemahkan aku atas pernyataanmu. Mungkin memang aku harus berhenti bertahan. Bertahan di atas kesakitan-kepura-puraan ini. Aku tidak ingin melihat diriku  berada diatas pusara perasaanku sendiri. Mungkin, Dan tidak perlu kata Mungkin, aku memang harus meninggalkan ini. Menjadi jujur bersama hati . Tuhan, selalu menegarkan hati ini. J Iyaa, aku harus percaya Tuhan tidak akan membiarkan aku seperti ini. 
Mulai detik ini, aku berhenti.
Mengharapkan apa yang tidak bisa diharapkan
Menunggu apa yang sudah tidak bisa lagi ditunggu
Menanti jawaban yang tidak pernah ada soal
Itu mustahil
Seperti Sekarang Ini
Tidak ada jawaban yang harus aku tahu-dan aku tunggu, karena semua telah jelas, telah benar-benar jelas. Lewat cara Tuhan meunjukan semua kebenarannya. Aku harus sadar dan tegas. Tidak ada pengorbanan atas hati yang hanya sia-sia.”

-Bertahanlah untuk seseorang yang membantumu untuk bertahan, jangan bertahan sendiri. Kamu tidaklah cukup kuat untuk menghadapinya dan menjalaninya sendiri. Lihat masih banyak yang kau harus lakukan, hanyalah waktu dan kesibukan yang akan benar-benar melupakanmu atas kejadian ini. Semangat. Hidup tidak bisa berjalan diatas kepura-puraan. Dunia ini memang panggung sandiwara, namun bukan berarti kau harus menjadi aktor seperti dalam film. Menjadilah natural. Bersedih silakan..bersedihlah sekarang-ini waktunya. Tapi cukuplah sebentar. Bahagialah lebih lama. Satu lagi—tidak semua hal bisa kau masukkan dalam hati . “

Minggu, 09 Maret 2014

Filosofi Bawang

Kamu tahu? kamu harus tahu ketika kamu baca tulisan ini dengan diam-diam , kamu perlu tahu aku sedang membahas sosokmu. Iya, sudah lama sekali rasanya semenjak aku berbahagia bisa bersamamu lagi-- aku tidak menulis, karena sepiku terpecahkan dengan keberadaanmu disampingku. Dan sekarang, ketika semua keadaan menjadi berubah kembali menyesakkan dada. Kau tahu? aku tidak menangis, dan tidak ada air mata yang terjatuhkan lagi. Menyedihkan memang , tidak ada air mata kesedihan dari hal yang paling menyakitkan. Mungkin air mata ini benar-benar telah habis, atau sekarang kau telah berhasil membuat langsung hatiku menangis. 

"Aku seperti mengiris bawang, kau yang ku iris ku yang menangis kau yang terluka"

Semoga Allah memudahkan ini semua
Sayangku tidak semudah menghapus sayangmu terhadapku :")

RANDOM

Kau tidak perlu tahu bagaimana perasaanku . Aku bertahan diatas ketidakseimbanganku berdiri. Biarkan aku lelah . Karena bagiku ini tidak adil untukku. Kita saling mencintai tapi kemudian menyakiti.Apa itu yang kau ingini? Maaf aku tidak maksud menyakiti, andai kau mau mendengar apa yang aku katakan. Mungkin , aku akan tetap berjuang.. teruss..sampai aku rasa adil :) :")

Kamis, 23 Januari 2014

saling-

Cinta itu....
Selalu dengan kata saling, saling memiliki , saling mencintai , saling melindungi , saling berbagi, saling menyayangi. Iya, itu adalah definisi sederhana dari ku atas kata  Cinta. Tidak ada Cinta yang menyakitkan, yang membuatnya menyakitkan adalah pelakunya. Cinta itu mendamaikan. Jadi, tidak heran jika berpuluhan ribu lagu-puisi-cerita tak pernah alfa untuk menyelipkan kata ini.
Cinta..
Yaa seperti itulah..

Silakan kau definisikan sendiri

Rabu, 22 Januari 2014

Enzim Otak Kiri-

Kau tahu kau adalah enzim otak kiriku yang tak bisa aku bendung untuk berhenti. Setiap kata yang tercipta ini menjelma menjadi tulisan tulisan yang terus membuncah  sampai menumpahkan seluruh isi otakku yang rasanya tak pernah habis. Tentang ide ini. Terima kasih, karena mu tulisan ini tercipta dan tak bisa berhenti. J Terus menginsiprasi orang-orang sekitarmu .. ^_^

Keajaiban kita ^^

"..meski ku bukan yang pertama dihatimu tapi cintaku terbaik untukmu.. meski ku bukan bintang dilangit.. tapi cintaku yang terbaik.."

Ketika Tuhan menyatukan hati kita kembali. Semua ini kita namakan apa? Keajaiban. Tuhan, ternyata tidak membuat hal ini sia-sia bukan? Meski perih yang pernah kau berikan padaku masih membekas jelas- aku masih bertahan. Sampai detik ini, sampai kau kembali pada pelukanku sekarang :) Tolong, jangan patahkan hatiku lagi. Yakinkan aku, aku adalah satu-satunya dihatimu. Jujur, aku masih meragu padamu :)

Selasa, 21 Januari 2014

Note Untukmu-

Hal-hal yang perlu kau ketahui dengan seksama :
1.     Mendapati namamu muncul di layar 2,44 inchi saja sudah cukup membuatku bahagia bukan kepalang.Cukup membuatku lega karena tahu keadaanmu disana apalagi simbol-simbol emoticon yang kau sematkan dalam rangkaian katamu- cukuplah buatku tidak bisa tidur malam ini. Dan Cukup bisa juga membuatku terharu karena ternyata kau masih ingat padaku dalam waktumu.
2.     Memandangi gambar raut mukamu diatas secarik kertas mengkilap  – setidaknya cukup untuk memendam kerinduan saat kita tidak bisa bersama. Cukuplah- membuat aku menjadi seorang penerjemah wajahmu : menghitung lengkungan sudut dibibirmu – mengamati tiap sudut matamu – alismu  – bulu matamu – hidungmu- aaah kenapa aku suka sekali dengan setiap detail penampakanmu.


Itulah dulu dua hal yang perlu kau ketahui, kasih J

pantaskah aku?


Rasanya aku ingin menangis sekencang-kencangnya ketika orang yang ku sayangi mengkhianatiku. Tapi, apa pantas aku melakukannya? Jika Ibu tahu aku menangis karena lelaki – apa perasaanmu bu?? Bolehkah aku memelukmu bu? Apa Ayah pernah mengkhianatimu bu?? :”(  Jika Ayah tahu aku dikecewakan seorang lelaki – apa yang akan kau lakukanmu Ayah? Apa semua lelaki seperti itu?? Apa Ayah pernah mengecewakan Ibu sampai dia menangis dan begitu terluka yah? Dan ketika itu bibirkupun membeku bisu membiru.

Senin, 20 Januari 2014

Bermimpilah


Bermimpilah yang tinggi – gantungkanlah di atas bintang yang paling terang. Jangan pernah malu untuk membuat mimpi. Semua orang punya hak yang sama dalam perumusan mimpi-mimpinya sendiri. Jika ada yang mencoba menghentikan dan memudarkan mimpimu- acuhkanlah!
Percuma.
Menjalin harapan dan merajut asa bersama orang yang tidak mengerti arti dari mimpimu.
Bermimpilah-dan wujudkanlah..
Dunia menantimu-

Jumat, 17 Januari 2014

Tuhan selalu beralasan

Kau perlu tahu bahwa kau adalah satu perwujudtan doa terbaik yang ku kirim pada Tuhan . Iya. Sungguh. Kau adalah doa terbaik yang Tuhan kabulkan. Aku tahu Tuhan memang selalu baik padaku- DIA memberikan kesempatan yang tak pernah aku duga dan begitu berharga. Aku tahu, Tuhan mungkin tidak ingin melihatku bersedih diatas sajadah yang terhampar basah.
Tuhan..aku tahu ada alasan atas pengabulan doaku ini. Terimakasih Tuhan doa yang kau kabulkan kini telah habis waktunya untuk aku miliki. Aku tahu, ini pasti juga atas alasan darimu kan Tuhan??
Doa yang kau kabulkan telah melakukan tugasnya dengan baik , Tuhan..
Dia telah menjadi yang terbaik saat bersamaku..
Jika saat ini, adalah waktu yang tepat untuk mengambilnya dariku..
Aku siap Tuhan..
Aku siap..
Sudah cukup siap..
Aku tahu ada alasan dari ini semua.
Tuhan..

Terima kasih atas Nikmat-Mu

Tuhan,
Namun jika belum saatnya dia pergi..
Aku berjanji  akan membahagiakannya dengan caraku :")
Aku tahu,
Tuhan selalu beralasan atas kepergian dan ketetapannya dia ada bersamaku :)
Itu saja,