Senin, 21 Juli 2014

Dalam kutipan

"jadilah penulis!"

"kenapa?"

"disitu kamu akan merasakan apa itu kemerdekaan!"

"kemerdekaan?"

"Iya,bahkan kau dapat memerdekakan perasaan apa saja! saat mereka hanya melihat hujan dan mengeluh. kau katakan saja itu selingkuhanku dalam berdiksi. Sesederhana itu demokrasi."

Aku lilinmu-

Jangan pernah berharap padaku,karena berharap padaku sama halnya kau meniti seutas tali.Berharaplah pada penciptaKU.karena berharap padaNya tak akan pernah kau jadi menyesal.Aku hanya manusia dengan keterbatasan dengan ketidakmampuan.

Maaf , aku hanya menjadi penyebab masalah.. dan kau akan bertambah menjadi lebih masalah , jika terus bergantung padaku. Maaf untuk ketidaksempurnaaan. Aku hanya lilin yang terbakar dalam gelapmu. Aku rela hilang untuk menjaga terangmu- yang dengan lambat meleleh untukmu dan hilang .


 


Ujian

Lagi-lagi Tuhan mengujiku lagi-
Ujian yang lebih sulit, dan aku yakin Tuhan tahu kapasitasku-
Tak ada ujian yang berat,
karena kemampuanku pasti lebih hebat-
Ujian selalu tentang apa yang aku inginkan,

Kamis, 17 Juli 2014

siapa?

"Siapa yang datang terlambat?"
"Siapa yang menjadi jahat?"
"Siapa yang salah?"
"Siapa yang harus marah?"
"Siapa yang membuat semua ini jadi kacau?"
"Siapa yang tiba-tiba galau?"
Pertanyaan ini yang memenuhi otakku sekarang~

Minggu, 13 Juli 2014

Air Mata Bahagiamu :")

Aku memang tidak mengenal siapa namamu dek-tapi aku yakin kamu adalah seseorang yg gigih dalam mencapai cita-citamu. 
Hey, siapakah lelaki yg kau beri hormat dihadapanmu dek? 
Entah.yg aku lihat kerutan diwajahnya menunjukan usia yg tak muda lg :') beliau membalas hormatmu walau tak sesempurnamu.
Apa?
Dia Bapakmu ya dek?
Tangismu-tangisnya beradupadu- pecah tak kalah hebat. Melebur jadi satu. 
Ya Allah, fenomena apa ini? Sungguh seperti ada yg mem-pause kan aku saat didepan kalian. Aku bukan menangis dek, cuman tidak tahu lagi harus dimana lg aku menyimpan kebahagiaan yg tiba-tiba sampai pada mataku. :') perjuangan memang tak kenal kemarau .
Dek,
katanya kamu penerima beasiswa itu?
Subhannallah :")
Terima kasih untuk pemandangan yang luar biasa indah.


Jumat, 11 Juli 2014

Kuncup Mekar

"Akhirnya, bagai kuncup yang mekar.
Jaga ia, kekasih :")
Jangan biarkan ada gulma yang merusaknya.
terima kasih untuk benih yang akhirnya tumbuh juga di hatiku"

Kamis, 10 Juli 2014

Bye!

Ketika kita sudah memiliki cerita masing-masing, tolong hargai dan jangan usik lagi.
Bukan kah kita sama-sama bahagia?
Setidaknya itu anggapanku :")
 
Sudah ya.. aku sibuk membuat cerita ini lebih indah. . bye!

Senin, 07 Juli 2014

Masa Depan Ada di Tanganmu

Perbedaan itu ada . Jelas . Dan itulah bisa jadi mengapa pendahulu kita merumuskan  sila ke-3 . Persatuan Indonesia .cinta untuk damai. Rindu untuk bersatu~ 

Kita sebangsa, setanah air- lahir dalam satu rahim ibu pertiwi. Namun bukan berarti kita tercipta dalam keseragaman, justru sebalinya . Kita ada dalam keberagaman- dan itulah yang membuatnya indah bukan? Bagaimana jika pelangi hanya satu warna?

Saat ini , perjuangan yang kita lakukan berbeda. Bukan dengan bambu runcing- bukan dengan taktik gerilya. Mengorbankan jiwa raga- menumpahkan darah demi tanah airpun. Tidak . 


Dulu pejuang rela berlumuran darah demi menegakkan 

derajat bangsa~ Sekarang? Apa kamu tidak malu hanya 

mencelup kelingking ke dalam tinta biru? 


Inilah salah satu bukti janji suci untuk mengabdi dan 

membangun negeri ~Inilah waktu yang tepat untuk memilih

para Bima terbaik.. Semoga Allah menjauhkan negeri ini 

dari para Sengkuni.. 

Amin :')


Lewat satu hak yang kita miliki.Kau tahu.Masa depan negeri ini ada di tanganmu,tangan kita masing-masing. Mau dibawa kemana nasib negeri ini 5 tahun mendatang? Karena menjadi putih bukan jalan pintas. Mau tidak mau, pemimpin akan terpilih dari yang kau dukung atau yang tak kau dukung. Nantinya kau pun akan mengikuti pemimpinmu bukan? 


Jangan hanya ingin naik perahu untuk berlabuh di pulau seberang, tapi kau tak mau membeli tiketnya-ibarat



Untuk Pagiku

Suara kokok ayam berlatar semburat cahaya keemasaan pada ufuk timur ini nyata. bukan gundah gulana sang Roro Jonggrang. Nyanyian jiwa yg slalu merindukan harapan pada paginya :")
Aku mencintai pagi, dimana mimpi-mimpi bebas ku terbangkan tinggi bersama asa yang tak boleh sirna.
Aku merindukan pagi, dimana langkah-langkah dimulai dari sini
Bersaing bersama sang sinar- menjemput matahari yang tak pernah absensi
Pagi adalah harapan yang tak akan mati
Jika kau pencinta sama dengan ku?
Memuja pagi kita masing-masing..
Jemputlah ia,

"Beban"

Jika sudah jadi beban-
maka segeralah selesaikan 

Jika sudah jadi beban,
maka segeralah lepaskan

Jika sudah jadi beban,
maka segeralah hapuskan

Jika sudah jadi beban,
maka segeralah hilangkan

Agar kau tahu ,
 bagaimana rasanya bebas tanpa beban :")

Sabtu, 05 Juli 2014

Cicak dihatimu :")

.. karena cinta ini seperti cicak- dalam diam diam merayap..kita bisa apa untuk menghentikan lajunya? jika kamu pun tak pernah aku tahu berapa kecepatan saat mendekat yang tiba-tiba menjadi sudah dekat.. kau didepanku tepat  .. :")

Pintu-

Ketika seseorang datang menemui dan menawarkan hatinya padamu di depan pintu hatimu, apakah kau akan membiarkannya tetap berada disitu? Jangan sia-siakan yang sudah memberanikan datang, karena dia telah melampaui batas-batas ketakutannya untuk berani sakit dan merelakan untuk kamu ketahui perasaannya tanpa harus sembunyi. Karena perasaan yang ia miliki bukan sekedar permainan petak umpet yang dia ingin sembunyikan dan kau sebagai penjaga  diharap bisa "mencarinya sendiri" kemudian jika menemukan perasaannya kamu baru berteriak "Ketemu" - lalu dia milikmu. Tidak. Bahkan dia meski tanpa bunga tanpa kado berpita , apa kamu akan yakin bisa menerimanya dengan dia seperti itu? Pikirkan - jangan terlalu lama membuatnya menunggu dipintumu. :)

Titik Awal

" Ada titik dimana kita akan kembali pada awal untuk mengakhiri yang sudah lampau. Ya . Harus disadari bahwa hidup bukan sekedar untuk menunggu yang telah lama pergi. Memang agak sulit tapi inilah Awal. Awal untuk membuka lembaran perasaan lagi. Merayakan perasaan-perasaan menyenangkan dan membagi perasaan menyedihkan kepada seseorang yang ikhlas menerima dan memberinya. Dan aku sekarang benar-benar berada di sebuah titik ini. Titik dimana aku harus meng-Awali perjalanan panjang perasaanku, menerbangkan bebas inspirasiku bersama orang-orang yang tak pernah pamrih dan tak rela meninggalkanku dalam kondisi bagaimana pun. "

Jumat, 04 Juli 2014

Peduli (?)

"... Sudah sudah sudahlah... pergi pergilah.. :) "

Entah apa yang terjadi pada perasaanku, seperti tepat di nol derajat . Tepat membeku padamu. Tak ada tangis lagi ketika aku benar-benar yakin ini bukan salahku tapi memang inginmu . Aku sadar-dan harus benar benar sadar " .. tidak mungkin terus memperjuangkan hal yang tak pantas tuk dipertahankan lagi.. " . Sudah jelaslah yang ada dan terlalu menyakitkan untuk dikejar. Memang lebih baik mungkin tak akan pernah ada pertemuan lagi. Biar aku memendam- menguburnya dalam. 

"..Kalau tahu begini akupun tak peduli.."
Silakan lakukan apa yang benar ingin kau lakukan. Tidak perlu disembunyikan lagi dan aku benar-benar tak ingin peduli. Sibuklah dengan cerita yang kau buat sendiri-dan aku tak peduli benar tak akan pernah ingin tahu lagi. Karena Tuhan terlalu indah menyediakan cerita selanjutnya- tanpa kamu dan aku harus mempersilakan yang datang. Aku memaafkanmu-sedari awal. Terima kasih sudah cukup sampai disini. agak berat ketika harus mengatakan :


"..Get out.."


Kamis, 03 Juli 2014

untuk yang menjadi dekat

Untuk yang menjadi dekat-
Aku membuka hatiku, 
jika ingin masuk, ketuklah pintu dulu.
Jika sudah kupersilahkan masuk,
tolong jangan pernah berantakkan ruang hati ini
Aku "baru" saja selesai membenahinya
dan memberanikan diri tuk hadirkan "kamu" yang baru
menemani perjalanan perasaanku 
menjadikanmu harapan kebahagiaan
menuntun jalan menuju cita cinta pada akhirnya

Bukan Kesalahan


Tidak ada yang salah dari perasaan yang ada saat ini. 
Yang salah adalah ketika rasa itu muncul disaat aku masih terikat  Tapi?
Ketika ada yang berhasil meluluhkan aku disaat aku menjadi sendiri-bebas
Aku memang sempat membatu-tapi dia jadi air yang mengalir padaku
mengikisku perlahan
meluluhkanku
lalu apa akau harus menjauhkan?
Padahal aku sendiri-yang mendekatpun sama.
Biar pada Tuhan kita adukan tuk putuskan
jika harus melebur jadi satu
aku hanya tak bisa mencegah untuk tak hadir kembali
bukan tentang siapa yang cepat tapi siapa yang paling tepat menjatuhkan hatinya kepada gravitasi hati lain.

Pesan Singkat untuk Presiden dan Wapres :")

Kepada :
(Calon) Presiden dan (Calon) Wakil Presiden yang slalu ku tunggu keberadaannya :")


Yacdas :
  *Yang aku cintai dan aku sayang*
Presiden dan Wakil Presiden Indonesia selanjutnya
di
Hati ibu pertiwi dan semua didalamnya



Perkenalkan,aku hanyalah satu dari dua ratus lima puluh juta . Bukan siapa-siapa. Hanya seorang rakyat biasa yang dengan sengaja merangkai kata-kata yang indah untukmu setelah semua surat yang tertujukan padamu seperti  berkutub negatif :") . Menuangkan isi hati yang tergelitik dalam sebuah surat cinta singkat spesial padamu. Sungguh aku sedang bingung , bagaimana aku harus memulai surat ini kepadamu. Entah kata apa yang pantas untuk mengawali pesan ini.

Sungguh bersyukur , darahku tertumpah disini. Di Negeri yang begitu kaya raya - gemah ripah loh jinawi. Bahkan katanya lirik lagupun "tongkat dan jala cukup mengidupimu". Begitukan pak? Kita sama-sama terlahir dalam rahim ibu pertiwi dan dengan segala keindahan dan kekayaannya.
Tolong pak, jangan pernah mengkhianati ibu pertiwi dan membuatnya tersiksa. Berjanjilah bahagiakanlah kami nanti  :)

Buaian janji dan mimpi yang diutarakan, wujudkanlah jangan hanya menjadi kata yang hanya didengar. Jaga dan lindungilah apa yang ibu pertiwi miliki, jangan memancing keributan saat semua sudah menjadi seperti barang rebutan. Ribuan pulau yang membentang dari sabang sampai merauke - buatlah kami utuh seperti ini selamanya. Jangan sampai ada yang hilang-kami satu dalam naungan garuda pancasila. Kekayaan alam yang harusnya kita nikmati, sudahkah terasakan adil? Tolong pak- Janganlah sampai ada yang salah memasukan pundi-pundi negeri ini di kantong tak jelas lagi. Jangan ada budaya negeri ini yang dicuri lagi, Kita kuat karena bersatu-jangan saling jatuhkan tapi topanglah agar menjadi lebih kuat dan menguatkan. 

Siapapun yang terpilih untuk mengarahkan bangsa ini kelak, aku hormati dan akan aku cintai. Karena pilihan terbaik hanya tunggal dan tak akan pernah menyisakan pilihan lain. Aku yakin , kaulah orang yang tepat untuk negeri ini yang dikirim Tuhan lewat satu hak yang aku dan rakyat ini punya. Semoga bangsa ini rakyatnya dituntun selalu oleh Tuhan.
Vox populi, Vox dei


salam garuda pancasila, :")

Semangat Presiden dan Wakil Presidenku,
kami selalu ada untuk Pancasila :")