Selasa, 27 Januari 2015

Sedikit, Boleh?

Ada dimana waktu berhasil mendatangkanmu (lagi). 
Saat itu aku hanya meyakini : Adakah diantara kita sebenarnya saling merindu?
Ada diam yang terus ku pelajari dan yang kutemukan remah kenangan bersamamu.
Saat itu akupun mencoba memahami : Apa kau disana sedang memikirkanku (lagi)?

Menjadi jauh, memang pilihanku.
Namun mengingatmu
Sedikit, boleh?
Meski itu sama dengan menebangkan kenangan lalu -
Dan menjadikan hatiku longsor karenanya :")
Tak mengapa.
Ternyata Tuhan tak menghapuskanmu dengan sempurna. :)
Dapatkah kita bertemu (lagi)
Cuma soal waktu-dan saat ini waktu senang menjeratku tentangmu.



Rabu, 21 Januari 2015

Untuk Rindu

Sudah lama aku tak menjengukmu. Tetapi kau masih saja sama. Tak pernah luput tuk menyakan kabarku. Suratmu ku terima setiap hari. Kau memang tak pernah gentar menungguku. Padahal balasanpun tak pernah kau dapati.

Maaf, bukan aku melupakanmu. Bukan pula mencoba menjauhimu. Bahkan dalam diamku, aku lebih sering mengingatmu. Dalam tiap detik yang ku coba kubiarkan, rasanya seperti membunuh diriku sendiri. Dan menjadikan waktu menjadi berjalan lambat.

Ya, Tanpa kita bertemu-kamu bisa menjelma  menjadi apa saja. Angin yang menyentuh kulitku, ku kira kamu. Hujan yang membasahi pipiku, ku kira kecupanmu. Malam yang datang , ku kira itu belaianmu. 


Rindu. Kau masih sama seperti dulu.
Meski tak bertemu, namun kau ada di sekitarku.
Menjelma semaunya,

Rasanya ingin sekali ku membalas pesanmu,
tapi rindu ini-bukan milik siapa-siapa lagi
Dia bebas
Jadi apa saja :")