Minggu, 25 Desember 2011

(︶︿︶) MENGAPA MENANGIS??

Siapa yang belum pernah menangis di dunia ini?? rasanya TAK ADA setegar-tegarnya manusia sehebat hebatnya manusia dan setangguh tangguhnya manusia pasti pernah menangiskan.. T,T
Bagaimana cara menangis? mudah! bahkan tak perlu berguru sampai ke negeri Cina. Menangis sangat amatlah mudah sekali. Bahkan bayi saat baruu lahir, apa yang pertama kali iaa lakukan. Yaaa menangis.
Menangis memang enggak boleh keseringan. Why?? karena eh karena kalo kita keseringan nangis akibatnya kita bisaa mendapat gelar di belakang nama kita “SI CENGENG” haha :D
Nah , untuk mengatasi hal ini , kita harus tau hal-hal apa saajaa yang pantas buat kita tangisin. Jangan sampai hal-hal yang enggak mutuu kita tangisin gituu aja..Hey!! air mata kita mahal cyinn… :D
info yang aku dapetin dari internet, dan sengaja emang aku copaste ke blog ini…let’s read!!! :) 


Liputan6.com: Manusia mana yang tak pernah menangis? Hampir tidak ada. Karena itu adalah fitrah manusia. Sedingin dan sebeku apa hati seseorang, bukan berarti ia tidak pernah menangis, setidaknya sewaktu ia bayi. Selama ini sejumlah ilmuwan telah mengaitkan aktivitas menangis dengan beberapa hal, seperti membantu menyingkirkan kimiawi stres dalam tubuh. Aktivitas mengundang air mata ini juga ditengarai mampu membuat perasaan menjadi lebih baik, nyaman, dan tenang. Bahkan bagi bayi, menangis dapat disimbolkan sebagai pemberitahuan bahwa ada masalah pada bayi.
Kini ilmuwan menambah satu lagi daftar fungsi menangis dalam kehidupan manusia. Oren Hasson, seorang ilmuwan dari Univesitas Tel Aviv, Israel, mengungkap menangis dapat dijadikan sebagai penghalang keagresifan yang dimiliki seseorang. Dengan air mata seseorang sebenarnya tengah menurunkan mekanisme pertahanan dirinya dan memberikan simbol dirinya tengah menyerah. Di dalam relasi kelompok, menangis bisa dianggap sebagai bentuk keterpaduan antara satu dengan lainnya. Lantaran alasan itulah menangis dapat membuat hubungan sosial menjadi lebih dekat, sehingga mampu memupuk persahabatan menjadi lebih langgeng.
Apakah itu berlaku dalam hubungan petemanan saja? Sepertinya tidak. “Jika engkau ingin menunjukkan penyerahan diri pada lawan dan menarik simpati darinya, engkau bisa menangis,” ujar Oren Hasson, seperti dikutip Livescience. Ia sepertinya ingin mengatakan hubungan “pertemanan” dengan musuh juga bisa dibangun lewat menangis.
Meski demikian menangis tidak akan selalu manjur dalam beberapa kondisi. Oleh sebab itu dalam beberapa kesempatan menangis justru tak dapat memberikan dampak seperti yang diperkirakan. Bahkan sebaiknya dihindari. Dalam bekerja misalnya, aktifitas menangis bahkan sebaiknya tak perlu ditampakkan. Mungkin dalam bekerja menangis justru akan ditanggapi sebagai bentuk kelemahan dan sifat menyerah yang sangat dijauhi dalam dunia kerja. Tapi mungkin tak berlaku untuk profesi yang menuntut empati.(DIO)
Sebuah studi berhasil mengungkap mengapa sebagian orang tidak menyukai perilaku menangis. Padahal banyak efek positif yang dapat dirasakan setelah menangis.
Dilansir melalui Live Science, Rabu (24/12/20080), psikologis dari Universitas South Florida dan Universitas Tilburg Belanda, berhasil menganalisa beberapa sukarelawan yang memiliki sekira 3000 peristiwa yang patut ditangisi. Hasilnya, ternyata aksi menangis yang dilakukan sebagian orang tergantung dengan apa, dimana dan kapan peristiwa tersebut terjadi.
Sebagai contoh, efek samping dari sebuah tangisan sangat bergantung pada siapa yang menangis. Kebanyakan para responden tersebut mengaku merasakan perbedaan suasana hati setelah menangis, apalagi ketika mendapatkan dukungan dari orang sekitar. Sayangnya, sepertiga dari jumlah responden tidak mengalami hal yang sama. Sedangkan sepersepuluh dari responden tersebut merasakan suasana hati yang lebih buruk sehabis menangis.
Orang yang dilanda kegelisahan dan ketidakseimbangan suasana hati ternyata tidak terlalu merasakan sisi positif yang ditimbulkan ketika menangis. Sedangkan para responden yang tidak memiliki kedalaman emosi atau sisi humanisme dalam tubuhnya, yang biasa dikenal dengan alexithymia, tidak akan pernah merasakan suasana positif usai menangis.
Padahal, aksi menangis tergolong memiliki efek positif terhadap seseorang. Ketika seseorang menahan tangisnya agar tidak keluar, maka secara tidak langsung suasana hati menjadi stres dan mengakibatkan tingkat detak jantung meningkat serta keringat akan keluar di sekujur tubuh. Namun ketika menangis, mau tidak mau aksi ini akan membuat napas menjadi kendur dan secara tidak langsung tubuh akan menjadi santai.
Sumber : http://techno.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/12/24/56/176551/menangis-membuat-tubuh-lebih-santai

So, salahkah kita jika menangis??? enggak kan… bahkan ternyata menangis justru ada manfaatnyaaaa. Bersyukurlah kalian yang masih bisa menangis.. Hihiii ^^

2 komentar:

  1. waduh kalau saya keseringan nangis ga laki dong hehehe

    BalasHapus
  2. haha tapi nangis itukan alamiah... :)

    BalasHapus